ETIKA MENERIMA TAMU
Ada etika dan aturan tersendiri dalam menerima tamu.
Dalam menerima tamu ada etika-etika yang harus kita ketahui, untuk menciptakan
suasana yang menyenangkan dilingkungan kerja tersebut agar tamu merasa nyaman
dan mempunyai kesan baik ketika melakukan kerjasama. Dalam dunia kerja,
tentunya kita sering menerima tamu atau bertamu ke kantor rekan karena adanya
suatu urusan seperti rapat atau lainnya.
Ketika kita bertamu tentunya kita menginginkan perlakuan
yang baik dari tuan rumah, begitu pula ketika rekan kerja bertamu ke kantor
kita, tentunya menginginkan perlakuan yang sopan dan beretika baik. Agar tamu
terkesan dengan sambutan yang kita berikan, berikut adalah etika menerima tamu
dalam kantor.
A.
Sambut Dengan Tulus
ü Sambutlah tambu
dengan ramah, sopan dan bersemangat secara tulus, buang semua kepura – puraan,
karena umumnya tamu akan mengetahui jika kita hanya berpura – pura tulus.
ü Jika kita berada di
ruang tertutup, beranjaklah untuk membukakan pintu untuk tamu. Lakukan sesegera
mungkin sebagai tanda penghormatan kita terhadap tamu yang datang berkunjung.
ü Sebenarnya tak
salah jika kita menerima tamu sambil duduk, tapi akan lebih sopan jika kita
menerima tamu sambil berdiri kemudian memberikan salam dan berjabat tangan.
B.
Cara Duduk
·
Jika di kantor tersedia ruangan khusus untuk menerima
tamu, segera persilahkan tamu untuk ke ruang tamu dan mempersilahkan duduk.
·
Jika kita menerima di kursi atau sofa panjang, tempatkan
tamu di sebelah kanan kita, barulah kemudian kita menanyakan identitas dan maksud
tujuan tamu tersebut.
C. Janji Temu
v Namun jika kita
sudah mengetahui identitas tamu dan sudah memiliki janji temu, maka tak perlu
lagi menanyakan hal tersebut.
v Sebaiknya kita
langsung menunjukan bahwa kita sudah menunggu kehadirannya dan langsung mempersilahkan
masuk ke ruangan yang dituju.
v Bila posisi kita
adalah sekretaris atau asisten pimpinan, sebaiknya hubungin pimpinan terlebih
dahulu sebelum mempersilahkan tamu masuk untuk mengetahui apakah pimpinan sudah
siap untuk menerima tamu.
v Jika tamu diharuskan
menunggu sebentar dan kita memiliki beberapa pekerjaan yang harus dikerjaan,
ungkapan dengan baik dan sopan.
D.
Perlakuan Baik
o
Perlakukan tamu dengan baik, bahkan jika tamu salah
alamat sekalipun atau datang hanya untuk mengajukan complaint terhadap
perusahaan kita.
o
Jika tamu diharuskan menunggu, bila kondisinya
memungkinkab, berikan tamu suguhan baik berupa majalah, secangkir kopi atau
makanan ringan.
E.
Mengantar Tamu
Selalu ucapakan terima kasih kepada tamu yang datang karena sudah
berkunjung ke kantor kita. Jika memungkinkan antarkan tamu hingga ke pintu
keluar.
ETIKA MENERIMA TELEPON
Telepon
adalah salah satu alat untuk berkomunikasi di kantor. Oleh sebab itu, perlu
diperhatikan etika dalam berbicara melalui telepon. Ada beberapa cara yang harus
dilakukan pada saat menerima atau menelepon orang lain.
A.
Menerima
telepon:
v Pada saat telepon berbunyi, sebaiknya
mengangkat gagang telepon sesegera mungkin, jangan biarkan penelepon menunggu
lama. Jangan mengangkat telepon yang sedang berdering dengan kasar, karena hal
itu menunjukkan ketidaksenangan dan ketidaksopanan terhadap orang yang ada di
sekitar Anda.
v Menyebutkan nama instansi dan memberi salam
kepada penelepon, misal: Pointer, selamat pagi. Sampaikan salam dengan suara
jelas dan tidak terburu-buru.
v Tanyakan dengan sopan siapa lawan bicara Anda
tanpa terkesan menginterogasi, misal: mohon maaf, boleh tahu dengan siapa saya
bicara? Ada yang bisa saya bantu?
v Dengarkan baik-baik permintaan si penelepon,
jangan memotong pembicaraan.
v Jika penelepon berkepentingan dengan orang
lain, maka sambungkan segera kepada orang yang dituju, jelaskan siapa dan dari
instansi mana si penelepon tersebut kepada orang yang dituju.
v Apabila orang yang dituju tidak ada di
tempat, maka penerima telepon harus bisa menerima pesan yang ingin disampaikan
penelepon, catat dengan lengkap dan jelas, tanyakan dan catat kapan dan di
nomor berapa penelepon bisa dihubungi. Pastikan pesan tersebut sampai kepada
orang yang dimaksud.
v Ucapkan terima kasih pada setiap akhir
pembicaraan dan ucapkan kembali salam selamat pagi/siang /sore.
v Beri kesempatan kepada penelepon untuk
menutup telepon terlebih dahulu. Tutup telepon dengan perlahan.
v Bersikaplah tersenyum dan duduklah dengan
sopan pada waktu berbicara melalui telepon karena sikap yang kurang ramah dan
posisi duduk yang kurang sopan dapat dirasakan oleh lawan bicara.
B.
Hal-hal
yang perlu diperhatikan:
ü Sikap mau membantu.
ü Jaga intonasi suara, jangan terlalu lemah
tetapi juga jangan terlalu keras seperti orang sedang marah.
ü Pilih kata-kata yang sopan, ramah, dan mudah
dimengerti.
ü Jangan mengangkat telepon jika Anda masih
berbicara dengan orang lain.
ü Jangan makan/minum selama berbicara di
telepon.
ü Jangan menguap.
ü Jangan memotong pembicaraan.
ü Jangan berbicara dengan orang ketiga di
sekitar Anda pada saat Anda sedang berbicara di telepon.
ü Gunakan sapaan atau kalimat yang berbeda-beda
sehingga tidak terkesan kaku.
ü Hindari menelepon pada kondisi ribut di
sekitar Anda.
A.
Memberikan
Layanan Melalui SMS
·
Bila
menerima SMS segera balas, jika terjadi penundaan ucapkan permintaan maaf.
·
Balas
SMS dengan kalimat yang formal dan fleksibel.
·
Dahului
dengan sapaan yang sopan, misal: Bapak atau Ibu.
·
Jika
menggunakan singkatan, gunakan singkatan yang umum dan mudah dimengerti.
·
Akhiri
SMS dengan nama Anda dan nama instansi tempat Anda bekerja. Hal ini akan
kelihatan lebih resmi dan akan memudahkan mitra kerja Anda untuk mengenali SMS
Anda, karena bisa jadi orang yang Anda SMS tidak menyimpan nomor Anda.
·
Jika
SMS kita salah kirim, segera kirim SMS yang berisi permintaan maaf karena telah
salah kirim.
·
Jika
SMS penting yang Anda kirim tidak segera mendapat balasan, konfirmasikan lagi
melalui telepon.
·
Jangan
memakai huruf besar semua karena itu menandakan kemarahan.
·
Ucapkan
terima kasih pada akhir SMS.
·
Jika
mengirim/menerima SMS yang penting, jangan langsung dihapus sampai urusan yang
dimaksud sudah selesai.
·
SMS
berakhir pada Anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar